Stelefall

“Selama batu ini berdiri, tak seorang pun lupa nama kita.”

Baris ketiga stela Kesselo

Di Amharen, tiap stela yang rubuh membawa satu bab sejarah pergi dari ingatan semua orang. Tewodros Alem masih ingat.

Kabari Aku

Open world RPG. Rilis Juni 2027.

Gambar: stela granit setinggi tiga puluh meter miring ke arah jurang dan rubuh dari tepi tebing basal, di bawah langit kobalt. Di jalan setapak di bawahnya, Tewodros menunggang bagal. Tiga gelada duduk di batu depan.

Kronik Amharen, tahun ke-31 Ras Hailu Desta

Pagi itu stela Kesselo rubuh, dan tiga desa di bawahnya lupa kenapa mereka saling bermusuhan.

Bab kesembilan belas stela Kesselo. Ujung kalimatnya ikut jatuh ke ngarai.

Amharen terletak tiga ribu meter di atas laut. Tebingnya basal hitam, padang rumputnya menguning di musim kering, dan gerejanya dipahat turun ke dalam batu. Kekaisaran ini tidak menulis sejarah di buku. Mereka memahatnya di 33 stela granit setinggi tiga puluh meter.

Saat sebuah stela jatuh, bab yang terpahat di sana ikut hilang dari ingatan semua orang. Tewodros Alem, juru tulis istana, masih ingat isinya. Kamu menunggang bagalnya melewati 9 provinsi, membaca yang tersisa, lalu memilih bab mana yang dipahat ulang di stela baru.

Tewodros Alem, juru tulis berjanggut beruban dengan selendang katun putih, menulis dengan pena buluh di atas naskah kulit

Tokoh yang kamu mainkan

Tewodros Alem

Dua puluh tahun ia menyalin kronik istana. Waktu stela Kesselo jatuh, seluruh istana lupa bab kesembilan belas, dan ia satu-satunya yang masih bisa membacakannya dari kepala.

Ia berumur empat puluhan, tidak pandai berpedang, dan lebih percaya pada catatan daripada pada ingatan orang lain. Kamu memakai pena buluh, pahat, dan bagalnya untuk mengejar bab yang hilang.

“Aku tidak lebih pintar dari mereka. Aku hanya menulisnya lebih dulu.”

Cara bermain

Empat hal yang kamu kerjakan di Amharen

Dunia terbuka seluas sembilan provinsi. Jalan ke tiap stela melewati tebing, punggung bagal, dan lorong gereja batu.

Pemanjat bertali menyeberangi dinding tiang basal setinggi seribu meter di atas lembah hijau

Tebing

Dinding basal di Amharen bisa dipanjat hampir di mana saja, selama tali dan napasmu cukup.

Jalan pintas terbaik ke sebuah stela sering lewat tebing setinggi seribu meter. Jalan raja memutar tiga hari.

Pemanjat dari Afaran

Meron

Umurnya dua puluhan dan ia tidak pernah turun lewat jalan yang sama dua kali. Meron tahu letak stela yang belum dicatat siapa pun, karena ia pernah tidur di atasnya.

“Kalau kamu takut jatuh, jangan lihat ke bawah. Lihat batunya.”

Meron, pemanjat perempuan muda berkepang dengan tali rami di bahu, menjangkau pegangan di tiang basal
Gessa, raksasa yang tubuhnya tersusun dari pecahan stela granit, dengan celah pintu palsu kosong di tempat wajah

Musuh utama

Gessa

Tubuhnya disusun dari pecahan stela yang sudah jatuh. Jendela palsu masih terpahat di dadanya. Ke mana pun ia berjalan, nama yang tertulis di tebing luruh jadi debu.

Tombak tidak melukainya. Ia hanya berhenti di depan bab yang ditulis ulang di batu yang lebih keras dari tubuhnya.

Tewodros melompat dari bagal dan mengangkat segel batu bercahaya saat lengan Gessa menghantam jalan setapak di tepi ngarai

Bentrokan di jalan Gidim

Di jalan setapak Gidim, Tewodros turun dari bagal dan mengangkat segel batu. Lengan Gessa sudah setengah jalan turun.

Inscription

Tulis ulang stela Kesselo

Tiga panel stela baru masih kosong. Tiap bab punya dua versi yang sama-sama diingat sebagian orang. Pilih satu versi untuk tiap panel, lalu lihat apa yang terjadi pada desa di bawahnya.

Bab I. Jembatan Gidim

Bab II. Mata air Kesselo

Bab III. Gereja di tebing

Stela baru belum berisi apa pun. Desa di bawahnya masih menunggu.

Peta relief dataran tinggi Amharen dengan ngarai bercabang dan dataran meja
  • GidimJembatan menunggu bab pertama.
  • Ladang KesseloMata air menunggu bab kedua.
  • Gereja tebingPintu gereja menunggu bab ketiga.
Abba Gebre, pendeta tua bersorban putih, memegang salib tangan kayu di depan dada di ambang pintu gereja batu

Penjaga gereja batu Debre Kesselo

Abba Gebre

Di ruang bawah gerejanya, Abba Gebre menyimpan kitab kulit kambing berisi salinan bab yang sudah dihapus. Ia belum memutuskan apakah kamu boleh membacanya.

“Batu bisa lupa. Kulit yang kita rawat tidak.”

Ras Hailu Desta, penguasa provinsi berjubah putih dan bermantel surai singa, berdiri di teras istana basal

Penguasa provinsi Kesselo

Ras Hailu Desta

Ia juga tidak ingat bab yang hilang. Bedanya, ia tahu persis bab mana yang ingin ia lihat dipahat ulang, dan ia punya pasukan untuk menjaga pahatnya.

“Sejarah milik orang yang memahatnya, juru tulis. Pastikan pahatmu tajam.”

Pena buluh bernoda tinta di atas lembar perkamen kulit kambing, di samping tempat tinta dari tanduk

Perlengkapan juru tulis

Pena buluh dan tanduk tinta

Tewodros tidak membawa pedang. Ia memotong pena buluhnya sendiri dan mencampur tinta dari jelaga dan getah. Yang ia tulis di kulit bisa dipahat ke batu, dan yang dipahat ke batu mengubah desa.

Naskah kulit: catatan perjalanan Tewodros. Tiap kesaksian warga yang kamu dengar masuk ke sini sebelum dipahat.

Tangkapan layar

Dari dalam permainan

Rilis Juni 2027

Kabari aku saat Stelefall rilis

Tinggalkan surelmu. Kami kirim satu kabar saat Stelefall rilis, dan satu lagi bila tanggalnya berubah.

  • PC
  • PS5
  • Xbox Series X|S

Platform yang kamu pakai (boleh dikosongkan)

Trailer Stelefall

Buka di YouTube